Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

28 Mei, 2013

Allah Menegurku dengan Cinta-Nya


Allah menegurku ketika aku mencintaimu…
Karena  cintaku padamu sering membuatku  lupa padaNya…
Allah menegurku ketika  aku  merindukanmu…
Karena  rinduku  padamu mebuatku mengabaikanNya…
Allah menegurku  dengan sentuhan lembut…
Namun aku tak jua berpaling ke arahNya…
Allah  masih tetap menegurku…
Meski kini  dengan  sedikit  bentakan…
Namun tetap  saja aku tak menghiraukanNya…
Dan kini Ia  benar-benar  menegurku…
Tak  dengan  sentuhan…
Tak  jua  dengan  bentakan…
Ia  menegurku  dengan  cintaNya…
CintaNya  yang mengharuskanmu  pergi  dari hidupku…

27 September, 2012

all will be beautiful in its time

Rasa kagum bukan berarti cinta
namun dari kekaguman dapat  berubah jadi cinta
Dulu kagum, kemarin suka, saat ini cinta, dan mungkin esok semua rasa itu dapat berubah menjadi kebencian
 
Ya, inilah kehidupan
Inilah kita sebagai manusia
Rasa itu Allah yang memberi dan kita hanya merasakan dan menjalaninya
Semua akan berubah menjad indah
selalu berdo'a dan berusaha
dan segalanya terjadi pada waktu yang telah di takdirkan
 
Kita tak tahu kapan dan bagaimana kejadiannya dari rasa benci dapat berubah menjadi cinta, dari pertengkaran berubah menjadi kedamaian, dari kekosongan berubah menjadi kesempurnaan.
 
Inilah cinta, dan segalanya akan indah pada waktunya

26 Juni, 2012

Alam dan Pencintanya

Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang
Lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki

Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kesakitan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam

Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang tak pernah ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu

Oh alam... korban keakuan
Oh alam... korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
Arti kehidupan…

By : Rita Ruby Hartland

Puisi Soe Hok Gie

Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).

Catatan Seorang Demonstran
Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama. Berikut adalah puisi-puisinya:

01 Mei, 2010

Komunikasi

Hm,komunikasi sangatlah beragam,hanya dengan bicara serta mendengarkan seksama nada bicaranya kita dapat mengerti bagaimana keadaanya saat itu. Banyak orang-orang menuliskan apa yang sedang dipikirkan, mereka mencoba membagi perasaannya dengan orang lain. misalkan puisi, kata-kata yang ditulis diatas kertas adalah cerminan apa yang ada dalam perasaannya. dulu ketika saya mengikuti pelajaran bahasa indonesia kelas 1 sma, guru memberikan sebuah tema yaitu "cinta", kemudian siswa mengerjakan apa yang disarankan oleh guru, permasalahannya disini aku sedang hampa dengan kata-kata "cinta", dan setelah aku paksa menulis dan membacanya kembali aku hanya menggerutu dalam hati "sebenarnya apa yang aku tulis ini,apa bisa disebut puisi?". Tanpa pikir panjang langsung kumpul dengan PDnya,hehehe. . .

Setelah sang korektor alias bu guru memeriksa, langsung mencabut salah 1 kertas dari 35 kertas yang dikumpul, dan sialnya itu adalah kertasku. langsung dibacakan dengan lantang dan intonasi yang jelas da lugas oleh ibu guru. Pikiranku kacau balau, aku hanya dapat diam terpaku, jangan sampai tau teman-teman tau. Setelah bu guru selesai membacakan puisiku dia memanggil namaku. Serentak teman-teman menoleh kearahku, karena aku termasuk orang yang hobi duduk dibelakang, mungkin karena kurang PD aja,hehehe. . . Setelah kejadian itu aktifitas seperti biasa.

Sekarang aku sadar, kita bebas apa saja yang penting "TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN"

.:[ Puisinya ]:.
CINTA
C. . .
Curahan hati semua insan
I. . .
Intern beautiful in heart
N. . .
Nafsu yang dapat membutakan mata
T. . .
Takaran rasa yang membutakan hati
A. . .
Amarah yang bisa memisahkan persaudaraan

Genggamlah cinta, tapi jangan pernah kamu digenggam olehnya

28 Juni, 2009

Memory

Masih ingatkah dengan rayuan gombal jaman dahulu?
aku habis mendengarkan lagunya,sampek ingin ketawa sendiri,tapi asik juga tuch lagu dari BIP yang judulnya 1000 puisi,liriknya gini nich...

Andai kau jadi bunga
Aku pasti jadi kumbangnya
Andai kau putri radja
Aku pasti sang pangeran

Walau takkan nyata,kuingin kau mengerti
Untuk 1000 puisi
Takkan cukup... ungkapkan rasa,cintaku dan rindu
Takkan cukup... ungkapkan sayangku padamu

Walau sederhana, kurangkai kata-kata untukmu
Walau apa adanya, kucipta puisi untukmu

Andai kau pantai yang indah
Kan kubelai dengan ombakku
Andai kau sebuah pelangi
Aku akan jadi langitmu

Gokil juga ya lagunya,tapi dibalik lagu tersebut tersirat sebuah pesan yang dalam,bahwa cinta membutuhkan kreatifitas,hihihi...
Tapi memang,seseorang pasti memerlukan pengorbanan untuk mendapatkan sebuah cinta,cinta tak cukup hanya dengan kata-kata...

28 Maret, 2009

Kepedihan Hati

Rasa...
Yang bersemayam dalam jiwa
Yang memberikan belaian
Yang memberikan kehangatan

Sudah lama kudambakan
Tapi kau tak kunjung datang lagi
Apa kau tak melihat aku menderita?
Apa kau tak juga merasakannya?

Sungguh tragis...
Dulu kau yang kuimpikan
Dulu kau yang kubanggakan
Dulu kau yang kudekap hangat

Sungguh aku tak mengira
Kau pergi begitu saja

Sirnalah semua angan
Sirnalah semua harapan
Kini tinggallah kenangan
Kini tinggallah harapan

Rangkullah diriku lagi
Peluklah diriku lagi
Berjalanlah bersamaku lagi
Jangan pernah pergi dariku lagi