Hon-Atsugi
Tampilkan postingan dengan label Hiking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiking. Tampilkan semua postingan
28 Agustus, 2016
大山 - Tanzawa Mountains
26 Juli, 2016
Mt. FUJI
Mt. FUJI merupakan gunung yang masuk pada jajaran "100 Famous Japanese Mountains" a.k.a (日本百名山)Nihon Hyaku-maezan. sebenernya naik gunung ini iseng2 sih, karena liburan musim panas gak ada kegiatan.
Perjalanan ini tercatat pada 2015-08-12, dikarenakan sudah males-malesan nulis jadi ya beginilah, artikel lama baru muncul. keberangkatan adari apartemen jam 7:20, kemudian naik kereta dari stasiun hon atsugi menuju ke stasiun shin-matsuda sekitar 30 menit, sampai di shin-matsuda menunjukkan pukul 8:30. kemudian langsung menuju ke loket penjualan tiket menuju pos 5 subashiri. perlu diketahui bahwa pendakian ke mt. fuji startnya dari pos 5 (kalau melewati subashiri trail). setelah mendapatkan tiket langsung berangkat menuju ke subashiri. perjalanan cukup menyenangkan, kanan dan kiri pemandangan sangat asri. sampai shubashiri 10:00.
Pos 5, start of hiking
22 Juli, 2016
ここから
今日のことを
わすれなければ、
きっと
やっていけるよ。
なにかあったら
今日のことを
思い出せばいいんだから。
人の気持ちは変わるけど、
変わらないものを
育てていけばいい。
だから、はじめよう。
今日から。
この場所から。
31 Januari, 2013
HYPOTERMIA
Hypotermia merupakan penyakit yang dapat terjadi pada semua pendaki gunung dengan suhu yang rendah, hypotermia dapat membunuh orang yang mengalaminya apabila tidak segera diberikan pertolongan.
25 Januari, 2013
Kenapa harus naik gunung?
Kawan, biarlah aku jawab pertanyaanmu itu, Naik gunung adalah kegiatan yang menarik. Menghadirkan banyak tantangan yang harus kita tahlukan. Kegiatan Naik gunung mampunyai banyak sekali manfaat dan dengan naik gunung kita bisa mengenal alam lebih dekat. Kita bisa melihat betapa indah dan sempurnanya ciptaan Tuhan ketika kita melihat pemandangan dari atas gunung, pemandangan yang mungkin tidak kau temukan dimanapun, lebih dari itu gunung dapat mengenalkan kualitas diri yang kita miliki, biasanya ketika naik gunung orang akan kelihatan sifat aslinya, apakah orang itu orang yang suka menolong atau cenderung mementingkan dirinya sendiri…
10 Desember, 2012
Merbabu
Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah. Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.
Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut. Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Merapi
Merapi (ketinggian puncak 2.968 mdpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.
Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat pemukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini (Decade Volcanoes).
18 Oktober, 2012
Tips Hiking
GriyaWisata.com - Berpetualang mendaki gunung merupakan hal yang
sangat menyenagkan, namun untuk anda yang pendaki pemula pendakian
gunung jangan pernah anda anggap enteng. Karena untuk pendakian pemula
itu perlu persiapan khusus, jika melakukan pendakian tidak di landasi
dengan persiapan maka akibatnya akan fatal. Dan bagi anda yang ingin
mendaki gunung, cobalah ikuti tips di bawah ini.
Berikut Tipsnya :
15 September, 2012
Sejarah singkat Pecinta Alam
Sering kita mendengar dan menemui sekelompok manusia yang suka
berpetualang di alam terbuka dengan membawa nama Pecinta Alam. Dan
uniknya, nama tersebut, yakni pecinta alam hanya ditemui di Indonesia.
Bukan dari segi bahasa, namun dari segi arti dan makna kalimat. Di Luar
negeri sendiri mungkin lebih dikenal dengan nama Aktifis Lingkungan.
Konsep Pecinta Alam dicetuskan oleh Soe Hok Gie pada tahun 1964. Gie sendiri meninggal pada tahun 1969 karena menghirup gas beracun Gunung Semeru. Gerakan "Pecinta Alam" awalnya adalah pergerakan perlawanan yang murni kultur kebebasan sipil atas invasi militer dengan doktrin militerisme - patriotik. Perlawanan ini dilakukan dengan mengambil cara berpetualang dengan alasannya yakni :
"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia - manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi ( kemunafikan ) dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung." ( Soe Hok Gie - Catatan Seorang Demonstran )
Konsep Pecinta Alam dicetuskan oleh Soe Hok Gie pada tahun 1964. Gie sendiri meninggal pada tahun 1969 karena menghirup gas beracun Gunung Semeru. Gerakan "Pecinta Alam" awalnya adalah pergerakan perlawanan yang murni kultur kebebasan sipil atas invasi militer dengan doktrin militerisme - patriotik. Perlawanan ini dilakukan dengan mengambil cara berpetualang dengan alasannya yakni :
"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia - manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi ( kemunafikan ) dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung." ( Soe Hok Gie - Catatan Seorang Demonstran )
05 Agustus, 2012
Telomoyo
Ditemani oleh seorang kawan sma, saya berniat untuk mencari sunrise, karena sudah 1 tahun lebih tidak merasakan hawa pegunungan dengan ditemani kopi panas dan menikmati detik-detik minculnya sunrise. Kemudian pagi buta kami menyusuri jalan Salatiga-Kopeng yang dinginnya minta ampun. Temen-temen yang pernah pergi keKopeng pasti tau bagaimana rasanya hawa dingin di Kopeng. Dengan tekat bulat kami berangkat berboncengan menggunakan motor pada pukul 03.30, karena lampu motor yang redup, maka hanya berani dengan kecepatan sedang, takut kalo nubruk, hehehe... Dengan jalan yang meliuk-liuk,GL-PRO tahun 1994 ini menjadi andalan saya, dengan santainya melahap setiap tikungan dan tanjakan yang ada.
Bagaikan negri diatas awan
Menyejukkan jiwa
Bersenandung dengan alam
Membangunkan semangat dalam jiwa
26 Juni, 2012
Alam dan Pencintanya
Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang
Lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kesakitan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang tak pernah ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu
Oh alam... korban keakuan
Oh alam... korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
Arti kehidupan…
Jaketmu penuh lambang
Lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki
Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kesakitan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam
Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang tak pernah ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu
Oh alam... korban keakuan
Oh alam... korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
Arti kehidupan…
Puisi Soe Hok Gie
Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis
Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah
tahun 1962–1969.
Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie
adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義).
Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik
Rakyat Cina.
Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang
prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian.
Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran
(1983).
Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet
alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen
Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang
berdomisili di Australia.
Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya
Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya.
Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama
rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan
judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).
Catatan Seorang Demonstran
Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999
diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya,
skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah
dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).
Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat
sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang
diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan
Orde Lama. Berikut adalah puisi-puisinya:
05 Mei, 2010
MERAPIKU
Sabtu 1 mei 2010
Setelah dari siang harap-harap cemas apakah sukses pendakian ini, akhirnya pukul 18.00 dapat sms dari saudara "aku mangkat seko ngomah,enteni"
kemudian pukul 22.00 berangkat dari rumah dengan membawa bekal secukupnya serta peralatan yang praktis. Dengan GL-PRO kelahiran 94 milikku, aku bergerak pelan-pelan menembus pekatnya malam dengan kecepatan kira-kira kurang dari 60 km/jam. Ketika dipertengahan jalan terdapat warung yang mengajak untuk mapir sejenak untuk menambah bekal perjalanan. Setelah selesai langsung berjalan lagi dengan santai, damai seperti tak ada masalah yang mendera. Kawasan boyolali terasa dingin pada malam hari,dengan tenaga si kuda besi yang sudah tua, kami meninggalkan kota boyolali menuju ke selo, jalan yang menanjak memaksa kuda besiku berjalan pelan tapi pasti, dipertengahan jalan aku teringat bahwa kuda besiku belum aku beri minum,hingga aku memutuskan untuk memperinya minum di depo pasti pas, salut juga dengan depo tersebut, soalnya jauh dari keramaian tapi buka 24 jam. kemudian kami melanjutkan perjalanan.
Ketika sampai di selo, kami terkejut dengan kelompok-kelompok manusi memadati beskemp. Jam menunjukkan pukul 23.30, setelah memarkirkan motor serta membayar akomodasi kami istirahat sejenak, kemudian melakukan pengecekan terhadap barang bawaan serta melakukan persiapan. Setelah selesai kemudian istirahat, santai-santai menunggu jam menunjukkan pukul 01.00.
Pukul 01.00 berangkat dengan diterangi bulan yang indah, cuaca cerah sekali,walau tidak menyalakan senter sudah terlihat jalannya. Dengan pelan dan pas ti menyusuri jalan yang berkelok dan sampailah diujung jalan aspal. mulai tempat itu jalan sudah setapak dan gelap gulita. Sebelum melewati jalan tersebut kami berdo'a agar dilancarkan perjalanan kami. setelah selesai kami berjalan pelan. Waktu perjalanan kami bertemu banyak pendaki yang entah dari mana, kami salaing menyapa walau tidak kenal,ketika lelah menghampiri, kami istirahat sejenak dan didahului pendaki lain dan mereka juga menyapa kami yang terengah2 dengan tanjakan2 gunung merapi. Ketika perut merasakan lapar kami berhenti sejenak dan memasak air untuk minum serta menyantap makanan seadanya,karena berpikir perjalanan masih panjang. Setelah istirahat serta perut sudah terisi kami melanjutkan perjalanan dengan semangat baru,yaitu berlomba dengan matahari.
akhirnya setelah sekian lama berjalan kami berjalan akhirnya kami sampai di monument pekuburan,kami berfoto ria serta menunggu matahari terbit.
daerah ini adalah daerah favorit karena spotnya sangat bagus untuk mengambuil foto.
pukul 06.15 kami menuju pasar bubrah, untuk mencari teman yang "katanya" sudah berangkat lebih dulu. dari pekuburan aku melihat 2 tenda kuning,tetapi aku pesimis karena tendanya kuning menyala,sedangkan tenda temanku kuning agak tua. dengan semangat kami menuju pasar bubrah. setelah dekat dengan tenda tersebut aku membaca tulisan "lafuma".
Hm,ternyata bukan, kemudian aku menuju tenda yang satunya dan aku melihat tulisan "lafuma" oh ternyata apes, tenda temanku tidak berdiri, entah dimana didirikannya. Kemudian kami istirahat disebelah batu besar dan aku mulai memasak,sedangkan saudaraku istirahat dengan nyenyak. Ketika sudah matang aku menyantap makanan serta minum kopi+susu+jahe, memberikan rasa tersendiri di tenggorokan. Kemudian aku membangunkan saudaraku untuk sarapan dahulu, tetapi apesnya kaki saudaraku kram dan sulit untuk berdiri,setelah peregangan sebentar sudah sehat kembali, joss tenan
hahaha...
setelah selesai kami packing dan menuju puncak jam 08.00. dengan sisa tenaga yang sudah dipompa di pasar bubrah kami mulai memanjat batu2 yang bercampur pasir. Dengan teliti memilih pijakan dan memperhatikan jalur,karena kalu tidak maka tubuh bisa melayang dan terjun bebas serta akan di tangkap oleh bebatuan yang keras.Keberuntungan berpihak pada pendakian ini,karena kepulan belerang sedikit,sehingga mempercepat perjalanan.
jam 08.35 sampai puncak dan kami mengabadikan dengan fot pocketku yang serba guna,banyak gaya disitu. dengan kepuasan tersendiri kami meng expresikan gaya, tak peduli banyak orang melihat
kemudian kami istirahat sejenak dan makan roti untuk menambah stamina.
jam 11.00 kami turun puncak karena matahari terik sekali,dengan langkah sangat hati-hati memilih pijakan, bahayanya berbeda dengan ketika waktu naik. Disinilah dengkul para pendaki diuji. Dengan banyak jalan kami memilih jalan sendiri2 menurut feeling masing2. Setelah sampa di pasar bubrah kami istirahat sejenak untuk memulihkan dengkul yang sleyoran habis turun dari puncak. Setelah dirasa cukup kami mulai turun dan tidak menghiraukan mereka yangsedang asik istirahat atau foto-foto. dengan sisa-sisa tenaga kami langsung turun dengan hati yang puas.
jam 13.30 sampai kami sampai beskemp dan istirahat sejenak, ketika manghidupkan HP, 8 sms masuk, ternyata saudaraku ada yang datang kerumahku, langsung kami sepakat untuk langsung pulang dengan mata ngantuk dan lelah.
akhirnya kami sampai dirumah dengan pengalaman baru yang tidak ada di bangku sekolah,terima kasih ya allah. . .
.:[ADIE]:.
Thanks to my brather Sukron afrianto
Langganan:
Postingan (Atom)







