Selalu berikan yang terbaik.
He?
Pandangan yang sangat salah menurut saya tentang pekerjaan dan menjadi karyawan adalah ketika seseorang bekerja, dia merasa bahwa dia bekerja untuk orang itu, dan hidupnya tergantung oleh perusahaan itu.
Salah.
Menurut saya yang benar adalah kamu itu selalu bekerja untuk dirimu sendiri.
Dulu sekali ketika mendengar masalah-masalah pribadi yang menimpa karyawan-karyawan saya, saya sering merasa kasihan dan saya ingin menyelamatkan setiap mereka dari semua masalah mereka.
Ketika hal ini saya ceritakan kepada seorang teman, dia berkata, “Ingat, elu boleh bersimpati, tapi elu tidak bertanggung-jawab atas keseluruhan hidup mereka. Hidup mereka adalah tanggung-jawab mereka sendiri.”
Mendengar itu untuk pertama kalinya, saya seperti terhentak: Betul juga.
I cannot be responsible for every single things in their lives, even though I love and I care deeply about them.
Mungkin kita bisa lihat sisi sebaliknya dari perkataan teman saya itu.
Bagaimana karirmu, bagaimana kamu menghargai waktu, bagaimana kamu berusaha memberikan 15 ketika diminta 10, bagaimana kamu menjadi team-player, bagaimana kamu bisa menjadi orang yang diandalkan, bagaimana handalnya kamu mencari solusi yang lebih elegan, bagaimana kamu peduli akan hasil pekerjaan kamu, semuanya itu tidak pernah tergantung kepada bos kamu dan perusahaan kamu.
19 Mei, 2016
11 Oktober, 2015
Berubah atau Mati
Kali ini saya mau share cerita yang saya kutip dari facebook.
Pernahkah Anda melihat seekor burung elang perkasa meliuk-liuk di atas udara? Apa yang Anda pikirkan mengenai binatang yang satu ini? Tentu terlintas di pikiran Anda bahwa sang elang adalah penguasa langit yang diberi kodrat dari Sang Pencipta untuk menjadi “raja” di udara, terbukti elang dikaruniai umur yang paling panjang jika dibndingkan saudara-saudara unggas lainnya. Seekor elang dewasa mampu hidup sampai umur 70 tahun! Namun, tahukah Anda bahwa setiap elang dewasa ketika memasuki usia yang ke-40 tahun harus membuat keputusan yang berat dalam hidupnya? Suatu perubahan besar menanti dan keputusan yang besar harus mampu ia putuskan. Hal ini terjadi karena paruhnya tidak mampu lagi menagkap mangsa karena kepanjangan dan bengkok ke dalam hingga hampir menyentuh dada. Demikian juga dengan cakarnya yang menua, mengakibatkan sulit mencengkeram mangsanya. Hal lain yang terjadi dengan berjalannya usia adalah bertambah lebat dan berat bulu sayapnya yang mengakibatkan sang elang tidak dapat terbang tinggi. Hanya ada dua pilihan berat yang harus dipilahnya___mati kelaparan atau menjalani proses perubahan yang sangat menyakitkan selama 150 hari. Proses ini mengharuskan ia terbang ke puncak gunung yang tinggi untuk memulai proses perubahan. Pertama-tama, elang harus menghantamkan paruhnya berkali-kali pada betu sampai terlepas dari mulutnya. Setelah paruhnya terlepas, sang elang harus menunggu sampai paruh barunya tumbuh kembali. Proses kedua, sang elang juga harus mencabut cakarnya yang menua untuk membiarkan tumbuhnya cakar yang baru. Proses terakhir adalah mencabut satu per satu bulu di sekujur tubuhnya. Inilah proses yang panjang dan menyakitkan yang harus ia jalani selama lima bulan. Bagaimanapun, berkat proses inilah sang elang mampu hidup 30 tahun lebih lama. Pernahkah Anda mengambil keputusan yang berat untuk berubah dalam kondisi yang sangat sulit? Anda mungkin perlu membuang kebiasaan-kebiasaan yang telah lama mengekang hidup Anda. Kebiasaan-kebiasaan yang terlihat sekilas tidak mengganggu, santai, menyenangkan, dan tidak memaksa Anda untuk keluar dari kenyamanan Anda namun Anda harus menggantikannya dangan kebiasaan yang memaksa Anda berpikir keras, bekerja lebih keras, menjalani tantangan yang lebih berat. Namun, pilihan yang kedua ini menjanjikan kita pada masa depan yang lebih cerah. Perubahan itu akan datang dan bersiaplah untuk berubah, semakin lama Anda menolak untuk berubah, semakin sulit bagi Anda untuk bangkit. Semuanya bergantung pada diri Anda sendiri !!
Pernahkah Anda melihat seekor burung elang perkasa meliuk-liuk di atas udara? Apa yang Anda pikirkan mengenai binatang yang satu ini? Tentu terlintas di pikiran Anda bahwa sang elang adalah penguasa langit yang diberi kodrat dari Sang Pencipta untuk menjadi “raja” di udara, terbukti elang dikaruniai umur yang paling panjang jika dibndingkan saudara-saudara unggas lainnya. Seekor elang dewasa mampu hidup sampai umur 70 tahun! Namun, tahukah Anda bahwa setiap elang dewasa ketika memasuki usia yang ke-40 tahun harus membuat keputusan yang berat dalam hidupnya? Suatu perubahan besar menanti dan keputusan yang besar harus mampu ia putuskan. Hal ini terjadi karena paruhnya tidak mampu lagi menagkap mangsa karena kepanjangan dan bengkok ke dalam hingga hampir menyentuh dada. Demikian juga dengan cakarnya yang menua, mengakibatkan sulit mencengkeram mangsanya. Hal lain yang terjadi dengan berjalannya usia adalah bertambah lebat dan berat bulu sayapnya yang mengakibatkan sang elang tidak dapat terbang tinggi. Hanya ada dua pilihan berat yang harus dipilahnya___mati kelaparan atau menjalani proses perubahan yang sangat menyakitkan selama 150 hari. Proses ini mengharuskan ia terbang ke puncak gunung yang tinggi untuk memulai proses perubahan. Pertama-tama, elang harus menghantamkan paruhnya berkali-kali pada betu sampai terlepas dari mulutnya. Setelah paruhnya terlepas, sang elang harus menunggu sampai paruh barunya tumbuh kembali. Proses kedua, sang elang juga harus mencabut cakarnya yang menua untuk membiarkan tumbuhnya cakar yang baru. Proses terakhir adalah mencabut satu per satu bulu di sekujur tubuhnya. Inilah proses yang panjang dan menyakitkan yang harus ia jalani selama lima bulan. Bagaimanapun, berkat proses inilah sang elang mampu hidup 30 tahun lebih lama. Pernahkah Anda mengambil keputusan yang berat untuk berubah dalam kondisi yang sangat sulit? Anda mungkin perlu membuang kebiasaan-kebiasaan yang telah lama mengekang hidup Anda. Kebiasaan-kebiasaan yang terlihat sekilas tidak mengganggu, santai, menyenangkan, dan tidak memaksa Anda untuk keluar dari kenyamanan Anda namun Anda harus menggantikannya dangan kebiasaan yang memaksa Anda berpikir keras, bekerja lebih keras, menjalani tantangan yang lebih berat. Namun, pilihan yang kedua ini menjanjikan kita pada masa depan yang lebih cerah. Perubahan itu akan datang dan bersiaplah untuk berubah, semakin lama Anda menolak untuk berubah, semakin sulit bagi Anda untuk bangkit. Semuanya bergantung pada diri Anda sendiri !!
20 September, 2015
Secret Base - Ano Hana
Them song Secret Base - Ano Hana
| Romaji Lyrics Kimi to natsu no owari shourai no yume Ookina kibou wasurenai Juu nen go no hachigatsu Mata deaeru no wo shinjite Saikou no omoide wo... Deai wa futto shita shunkan kaerimichi no kousaten de Koe wo kakete kureta ne "issho ni kaerou" Boku wa terekusa sou ni kaban de kao wo kakushi nagara Hontou wa totemo totemo ureshikatta yo Aa hanabi ga yozora kirei ni saite chotto setsunaku Aa kaze ga jikan to tomo ni nagareru Ureshiku tte tanoshiku tte bouken mo iroiro shita ne Futari no himitsu no kichi no naka Kimi to natsu no owari shourai no yume Ookina kibou wasurenai Juu nen go no hachigatsu mata deaeru no wo shinjite Kimi ga saigo made kokoro kara "arigatou" Sakendeita koto Shiteita yo Namida wo koraete egao de sayonara setsunai yo ne Saikou no omoide wo... Aa natsuyasumi mo ato sukoshi de owacchau kara Aa taiyou to tsuki nakayoku shite Kanashiku tte sabishiku tte kenka mo iroiro shita ne Futari no himitsu no kichi no naka Kimi ga saigo made kokoro kara "arigatou" sakendeita koto Shiteita yo Namida wo koraete egao de sayonara setsunai yo ne Saikou no omoide wo... Totsuzen no tenkou de dou shiyou mo naku Tegami kaku yo denwa mo suru yo Wasurenaide ne boku no koto wo itsumademo futari no kichi no naka Kimi to natsu no owari zutto hanashite Yuuhi wo mite kara hoshi wo nagame Kimi no hoho wo nagareta namida wa zutto wasurenai Kimi ga saigo made ookikute wo futtekureta koto Kitto wasurenai Dakara kou shite yume no naka de zutto eien ni... Kimi to natsu no owari shourai no yume Ookina kibou wasurenai Juu nen go no hachigatsu mata deaeru no wo shinjite Kimi ga saigo made kokoro kara "arigatou" sakendeita koto Shiteita yo Namida wo koraete egao de sayonara setsunai yo ne Saikou no omoide wo... Saikou no omoide wo... |
|---|
14 September, 2014
Belajar Bahasa Jepang
Catatan pribadi
にほんごをべんきょうします。
Kosakata :
Nani ka = sesuatu
Nan demo = apa saja
Nani mo = apa-apa
Nihongo = bahasa jepang
Asoko ni = di sana
Muzukashii = sukar
ii / yoi = baik
Byouki = sakit
Dare demo = siapa saja
Dare ka = seseorang
dare mo = Siapa pun
Dare = siapa
Dore = yang mana
dore demo = yang mana saja
dono = yang mana
eigo = bahasa Inggris
kuni = negeri
kara = dari
kimashita = datang (lampau)
Hana = bunga
Hito = orang
koko = sini
furoba = kamar mandi
naite imasu = sedang menangis
Wakarimasen = tidak mengerti
Oishii = enak
kaimasu = membeli
Dorian = durian
Bara no hana = bunga mawar
Kirei = indah
にほんごをべんきょうします。
Kosakata :
Nani ka = sesuatu
Nan demo = apa saja
Nani mo = apa-apa
Nihongo = bahasa jepang
Asoko ni = di sana
Muzukashii = sukar
ii / yoi = baik
Byouki = sakit
Dare demo = siapa saja
Dare ka = seseorang
dare mo = Siapa pun
Dare = siapa
Dore = yang mana
dore demo = yang mana saja
dono = yang mana
eigo = bahasa Inggris
kuni = negeri
kara = dari
kimashita = datang (lampau)
Hana = bunga
Hito = orang
koko = sini
furoba = kamar mandi
naite imasu = sedang menangis
Wakarimasen = tidak mengerti
Oishii = enak
kaimasu = membeli
Dorian = durian
Bara no hana = bunga mawar
Kirei = indah
10 September, 2014
Kisah Inspiratif
Alkisah, di masa lampau di negeri Jepang, ada sebuah perguruan silat
yang terkenal. Suatu saat seorang pendeta tua yg juga adalah guru
besar di perguruan tersebut dan muridnya yang masih muda melakukan
suatu perjalanan. Suatu ketika mereka melewati sebuah sungai yang lebar
dan berarus deras, di tepian sungai tampak ada seorang wanita cantik
yang takut untuk menyeberangi sungai itu dan menunggu orang-orang untuk
membantunya menyeberangi sungai itu. Sang murid yang jarang bertemu
wanita di perguruan nya, terpesona sekali melihat wanita tersebut,
namun ia memilih diam saja, demi menghormati sang guru dengan apa yg
diajarkannya selama ini.
Melihat orang yang butuh bantuan, sang guru bijak pun mendekati wanita tersebut dan menawarkan bantuannya untuk menyeberangkan nya melewati sungai. Sang gadis pun menerima tawaran tersebut, akhirnya wanita tersebut di gendong oleh guru bijak itu menyeberangi sungai dan menurunkannya di pinggir seberang sungai. Kemudian Guru bijak itu meneruskan perjalanannya di ikuti oleh muridnya.Dalam perjalanan, murid muda itu menggerutu dalam hati dan gemas akan perilaku sang guru itu yang menggendong wanita itu yang menurut dia tak dipantas dilakukannya. Ia berpendapat, seharusnya sebagai seorang guru yang bijak, tidak selayaknya menggendong wanita cantik itu, karena akan menurunkan wibawa dan kharismanya.
Melihat orang yang butuh bantuan, sang guru bijak pun mendekati wanita tersebut dan menawarkan bantuannya untuk menyeberangkan nya melewati sungai. Sang gadis pun menerima tawaran tersebut, akhirnya wanita tersebut di gendong oleh guru bijak itu menyeberangi sungai dan menurunkannya di pinggir seberang sungai. Kemudian Guru bijak itu meneruskan perjalanannya di ikuti oleh muridnya.Dalam perjalanan, murid muda itu menggerutu dalam hati dan gemas akan perilaku sang guru itu yang menggendong wanita itu yang menurut dia tak dipantas dilakukannya. Ia berpendapat, seharusnya sebagai seorang guru yang bijak, tidak selayaknya menggendong wanita cantik itu, karena akan menurunkan wibawa dan kharismanya.
Langganan:
Postingan (Atom)